Monday, July 27, 2015

What a student...


26 Juli 2015, sms sore hari…

“Dok, saya xxx dari PD 201x. Saya ingin konsul Dok, kapan dokter ada waktu?”

“Besok ya Dhek”

“Besok jam berapa ya Dok?”

“Jam 11an di ruang saya yaa”

“Siap Dok” 


This is as usual business, nothing special… Keesokan harinya


“Dok, Dokter ada di ruangan mana ya?”

“Saya sekarang di G** 320. Kesini aja”

“siap dok”

“maaf dok, saya tidak enak mau masuk. Nanti saja selesai dokter kuliah saya menghadap dokter” 


            Ok, understood. Bisa dipahami. 


“ok, nanti siang ya dhek, jam 1an, di sekretariat xxx, G** lantai 2, diatas ruang fotokopi”

“iya dok” 

Thursday, April 23, 2015

Inilah Kemurnian Cinta Sesungguhnya...

Semalam, ketika ditinggal sebentar ke dapur, Baby Kay (19 months) kedapatan sedang menaiki keyboard lappie baru yang ditaruh diatas kasur karna muterin nursery rhyme kesukaan dia.  
"Kay, NO...!!!" spontan meluncur ucapan keras sembari mengangkatnya dari atas keyboard itu, dilanjutkan dengan omelan panjang yang tertumpah karna kekhawatiran dan kekesalan (yang sebenarnya ditujukan untuk kebodohanku sendiri). Kay nampak terkejut dan hanya menatapku tanpa meronta seperti biasanya. Sembari menggendong Kay, aku meminum segelas air putih untuk meredakan kekesalanku. Dan... Kay menepuk-nepuk pundakku... Gusti, meleleh semua amarah dan kekesalan itu seketika dan berganti dengan penyesalan.

Selepas itu -karna memang sudah waktunya tidur- aku bawa Kay ke kamar dan seperti biasanya aku menyusui Kay. Dia memandangku dan aku minta maaf karna tadi telah meneriakinya, minta maaf karna telah membuatnya kaget dengan bentakanku, sembari menjelaskan bahwa laptop itu sesuatu yang penting untuk Mamanya ini. Bahwa benda itu adalah salah satu modal untuk Mamanya bekerja. Entah dia mengerti atau tidak, dia mengedipkan mata sambil mengangguk, seolah memahami kegundahanku dan memaafkan apa yang telah terjadi.

Friday, March 13, 2015

Chandelier lyric, a song by Sia...

Bahkan sebelum memahami betul-betul, lagu ini melalui hentakan musiknya sudah menunjukkan kesedihan yang luar biasa. Penasaran dengan liriknya, dan ternyata benar, menggambarkan kesedihan yang luar biasa, dan hampir keputus-asaan. Meng-klik laman youtube untuk melihat video-nya, semakin menekankan kemasygulannya...



Yah, itu rupanya kenapa ketika mendengarnya pada saat merasa down, tak terasa air mata mengalir... rupanya begitulah, betapa musik - bahkan sebelum lirik - begitu mempengaruhi rasa pendengarnya.



Ini liriknya, tak perlu terjemah yaa, rasakan saja sebisanya...

 

Saturday, January 31, 2015

Posting 2014 - seharusnya.... "Hari ini, 10 tahun yang lalu…"

Naah, ini seharusnya juga yang di-upload 2014, namun terlupa hahaha...

Enjoy... 

[Sebuah flashback dari memori yang masih tertancap kuat kala itu]

26 Desember 2014

Hari ini, 10 tahun yang lalu, di RSNU Rogojampi Banyuwangi, dari semenjak pagi mataku tak beranjak dari layar TV yang tengah menyiarkan gempa dan tsunami yang meluluhlantakkan Bumi Nanggroe Aceh Darussalam. Hari-hari pertama bencana itu tak ada gambar yang disiarkan selain hanya peta NAD, reportase hanya berupa suara saja. Namun membayangkannya kala itu sudah membulatkan tekadku saat itu: Aku harus kesana! Maka saat itu pula aku berusaha mencari informasi dan kontak bagaimana caranya agar bisa berangkat ke Aceh. Saat itu aku benar-benar tidak mengetahui dunia per-INGO-an. Totally. Blind. Tidak tau siapa yang harus dikontak, hingga akhirnya entah bagaimana detailnya, akhirnya aku mendapat info dari teman-teman MER-C (Medical Emergency Rescue-Committee) bahwa aku bisa bergabung dengan mereka. Koordinasi hanya dilakukan via sms dan telpon. Pemberangkatan terdekat dari saat aku mendapatkan info adalah tanggal 1 Januari 2005. Maka saat itu aku kabarkan keluarga di Malang bahwa aku akan berangkat ke Aceh bersama dengan team MER-C.

1 post only on 2014, walah...

Gak nyadarin kalo taun 2014 kemaren cuman upload 1 tulisan, padahal lumayan sering nulis sih... Eeeh, setelah dilihat-lihat ternyata lebih banyak nulis buat anak hahaha...

My cute Baby Kay, 15 months


Sewaktu Baby masih dalam kandungan, selalu menulis buat dia, dan ketika lahir terjilidlah buku buat Baby episode dalam rahim. Dan sekarang ini sepanjang 2014 kemarin juga lebih banyak menulis buat Baby, "Mom's version of her first year" Xixixi...

Beberapa tulisan ter-upload di notes-nya fesbuk. Biasanya si upload simultan, namun nampaknya banyak hal yang harus dikejar 2014 yang lalu, so yaa sudahlah

Ok, 2015 harus dikejar dengan beberapa tulisan, yang semoga bermanfaat...

We'll see...

Sunday, March 30, 2014

Gusti, Ngapunten...

Meretas asa di kesunyian. 
Dalam diam. 
Senyap. 
Hanya detikan jam dinding yang terdengar. 

Erang kesakitan Papa dalam ketidaksadarannya. 
Desah nafas Kayyisa yang lelap dalam damai tidurnya. 
Mungkin kerjapan mata Mama yang tidak bisa tidur diujung sana. 
Geliat semangat Ayahnya Kayyisa di timur Indonesia. 
Sahaja hidup Kakek yang menyehatkannya. 

Dan aku disini, tertunduk, terpekur. 

Mencoba memetakan sejenak jalan panjang ke depan yang nampak berkabut karna bening di pelupuk.
Mencoba menelaah prognosa, jangankan semua, hidupku saja tak mampu.

Terlalu panjang dan bertubi rasanya semua. 

Aah yaa, mungkin ini saatnya.. Yen ora kuat disonggo, yo diseleh. 
Gusti, ngapunten! ... 

Malang, 31/3/2014 - 01.31




Sunday, July 14, 2013

Puasa dan Kehamilan

Puasa kali ini berbeda dengan puasa sebelumnya. Meskipun ini adalah kehamilan ke-3, tapi pada kehamilan yang pertama lalu saya tidak sampai melewati puasa (baby pertama cuma sampe 6 bulan and then lahir immature and passed awayL). Sedang hamil ke-2 saat ramadhan masih trimester pertama so pasti tidak puasa and then spontaneous complete abortionL. Jadi ini adalah pengalaman pertama Ramadhan saat “hamil tua” alias trimester ke-3.

Mestinya, menurut pemahaman teori medis saya, kalo baby sudah masuk trimester 3, maka ibu hamil cukup aman untuk puasa Ramadhan, as long as dia bisa menjaga keseimbangan intake nutrisinya dan cairannya dengan baik pada saat sahur dan berbuka. Kalo pada saat trimester pertama (1-3 bulan) rasanya rentan untuk berpuasa, karena janin sangat butuh intake nutrisi baik makro maupun mikronutrien untuk pembentukan organ. Berbeda dengan trimester ke-3 dimana semua organ –mestinya- sudah terbentuk dengan baik, tinggal fase perkembangannya saja.

Tapi kurang sreg rasanya kalo hanya berbekal pada minimnya pengetahuan saya saja. Well, dalam setiap kali mengajar maupun “membantah ortu” (hehehe..) kan selalu meminta evidence based-nya. makanya kali ini pun penasaran mengenai evidence based antara pregnancy and fasting, alias kehamilan dan berpuasa (ramadhan).