Showing posts with label sincere. Show all posts
Showing posts with label sincere. Show all posts

Tuesday, November 14, 2017

Menjadi Orang Generous yang Cerdas

Menjadi orang generous/loman/dermawan terkadang memang harus hati-hati ... 
Jadi ceritanya begini:


Suatu hari saya jalan2 di Mall, dan seperti biasa ada gerai fund raising dari sebuah lembaga sosial yang mangkal di Mall tersebut. Merasa dulu pernah bekerja di Lembaga yang kadang juga mengadakan fund raising, saya berniat untuk berdonasi. Tadinya saya fikir donasi bisa dalam bentuk cash, ternyata mereka hanya menerima dalam bentuk autodebet, atau dipotong langsung via bank secara teratur setiap bulan.

Sunday, May 7, 2017

Daddy-Daughter Bonding itu benar adanya…

Minggu sore itu, K berceloteh tentang ayahnya… “Ma, aku kemarin loh diantar sekolah sama Ayahku… Trus aku ke rumahnya Ayahku… Ayahku mancing Ma, dapat ikan buesaaaaar…” dan seterusnya dan seterusnya… Dan yang terjadi kemudian, karena Mamanya ini kebingungan harus merespon bagaimana, akhirnya mengontak Ayahnya, memintanya untuk menelpon K. Diluar dugaan, jawaban Ayahnya malah lebih dari yang diharapkan, beliau mengatakan besok akan datang ke rumah untuk menjenguk K… What a surprise 😍. Rupanya saat itu Ayah K sudah berada di Surabaya dan memang sudah berniat untuk datang ke Malang mengunjungi anaknya ini. Rasanya bahagiaaa sekali, karena setelah 3 tahun 8 bulan, akhirnya K akan bertemu kembali dengan Ayahnya. Rasanya tidak menyangka, genap satu bulan setelah tulisanku tentang pertanyaan-pertanyaan K waktu itu, Gusti Yang Maha Kuasa mengabulkan doa kami…

Senin sorenya, Ayah K benar-benar datang. Rasanya agak dheg-dheg-an juga, gimana reaksi K ketemu Ayahnya, apakah dia akan menolak? Nangis? Jerit-jeritkah? … ternyata, Gusti Maha Besar 😍 Ketika Ayahnya berdiri di depan pintu, K senyum malu-malu sambil melirik ke Ayahnya… Tidak ada ketakutan, tidak jejeritan, apatah lagi menangis… Wajahnya sumringah, tersipu-sipu… [dan walhasil Mamanya mbrebes mili 😜]. Memang sih, belum mau salim sama Ayahnya, tapi dia terus melihat Ayahnya dengan mata berbinar. Setelah Ayahnya bebersih badan dan sekedar minum kopi sebentar, kami bertiga berjalan kaki untuk membeli makan malam, daaaan K pun bergandengan tangan dengan Ayahnya … 😍 Hanya berselang 2 jam saja, K sudah mau dipangku Ayahnya, memanggil-manggil Ayahnya dan mengajak main Ayahnya sampe jam 12 malam 😝

Wednesday, March 8, 2017

“Ayahku dimana Ma?”

“Ma, Ayah pulang….”

Mak dheg… ha? Segera loncat ke depan ngeliat siapa yang datang. Ternyata … tidak ada siapa-siapa, dan si K terkekeh kegirangan 😜

Kejadian sore tadi setengah menggemaskanku dan setengahnya lagi tentunya mengiris-ngiris batin. Well, I think it’s about the time… Karena suatu sore beberapa hari yang lalu K bertanya:“Ayahku dimana Ma?” 😢

Pertanyaan itu membuatku tercenung…. Meskipun dari awal sudah aku persiapkan jawaban sebaik-baiknya, namun ketika pertanyaan itu muncul dari bibir mungilnya, tak urung membuat hati ini rasanya perih dan mata ini tanpa dikomando terasa tergenang. 

Yeah, ini adalah salah satu risiko yang dihadapi ketika memutuskan untuk bercerai disaat anak masih sangat belia, masih balita…. No, masih bayi tepatnya. K hanya “pernah” melihat ayahnya 2 minggu saja saat dia lahir, setelah itu hingga usia 3,5 tahun ini tak sekalipun ia pernah melihat ayahnya kecuali melalui foto-foto yang ditunjukkan padanya. Suara ayahnya dia dengarkan sampai dia berumur 3 tahun melalui telepon, setelah dia berusia 3 tahun tepat, tak sekalipun ayahnya menelponnya. Maka sudahlah tak pernah bertatap muka, tak pernah lagi pula K mendengar suara ayahnya lagi. Tak usah dicari siapa yang salah, jelaslah andil ayah dan mamanya ini yang membuat K tidak dapat menikmati “kesempurnaan” orang tua.

Friday, May 20, 2016

Burnt, ketika passion, kerja keras, kompetisi, pertemanan dan ketulusan melebur…


Film ini menceritakan tentang kisah hidup seorang koki yang bernama Adam Jones. Diceritakan bagaimana Adam Jones memiliki segalanya, namun ia menghancurkannya karena penggunaan obat terlarang. Dia berusaha keras untuk berhenti dan setelah 2 tahun berhasil bebas dari narkoba, dia kembali untuk meraih mimpinya, yaitu memimpin dapurnya sendiri dan mendapatkan penghargaan 3 bintang Michelin (story plot lihat disini).