Friday, August 1, 2025

Antimainstream.. Memilih mono-tasking

Nowadays,

Hampir semua pekerjaan/kegiatan dilakukan dengan multitasking. 

Buka berbagai dokumen untuk 2-3 aktivitas adalah biasa. 

Makan sambil cek WA lalu respon adalah biasa. 

Ngopi sambil buka laptop dan merespon semua kerjaan adalah biasa.

Zoom meeting pelatihan sambil menulis laporan kegiatan dan ndulang anaknya.. πŸ˜…


Yang terjadi kemudian adalah hilang rasa

Hilang rasa yang kemudian mengalir menuju hilang makna

Kita menjadi sangat agresif, thak thek sing penting ndang mari.. sat set wet segera selesai.. 

Namun makna dibalik apa yang kita kerjakan menjadi tak berasa.. 

Makna profesi yang kita jalani semakin mengabur, akhirnya yang terjadi adalah sing penting ndang bar, yang penting segera selesai. 

Minim enjoyment, minim fulfillment..


Lalu apa beda kemudian dengan robot dan/atau AI? 

Apakah kita kemudian akan menjadi mesin2 yang disetir "operator"? Mesin penghasil jumlah banyak pasien? Mesin penghasil jumlah banyak publikasi? Mesin penghasil jumlah banyak remunerasi? Mesin penghasil ... (lanjutkan sendiri..) 


Alhamdulillah, kita bukan mesin. 

Kita manusia, yang punya nalar dan logika serta rasa. Pilihan selalu ada. Apakah kita akan menjadi manusia2 mainstream, ataukah kita akan meminggir bersama yang antimanistream .. 

Pilihan ada di tangan kita, bahkan ketika saat kita memilih untuk tidak memilih πŸ₯²


*Re2025, di awal Agustus yang sendu πŸ’•



(Perenungan ini bisa jadi akan generating banyak komen seperti "ah alasan.." atau "ah bilang aja gak mampu.." atau "aah" yang lain ..  

sebagai yang punya pilihan, pilihlah abaikan saja semua komentar orang tentang hidupmu, apalagi yang tidak memperbaiki dirimu. Karena itu gak penting πŸ˜‰

Sunday, March 5, 2023

Kitab Suci penunjuk jalan ...

It's been a while tidak menulis di blog ini 

Last posting tahun 2017, itu berarti 6 tahun yang lalu ... betapa amazing time flies 

Many things happen in 6 years of course, dan semuanya tak mungkin tertuang begitu saja.. 

Anyway, pagi ini, di Senin yang gloomy, tetiba saja memaksa diri membuka kitab suci yang mungkin sedikit berdebu karna malasku. Teringat kata-kata seorang motivator muslim, dimana dia selalu bilang jika saat gundah mendera, buka sajalah Al-Qur'an-mu secara random, dan bacalah artinya... pasti ada jawaban didalamnya atas permasalahan hidupmu .. 

Dan kucoba pagi ini... 

Here's what I found.. 

halaman yang terbuka adalah QS Yunus, dan kubaca ayat 1-5 saja, lalu buka artinya di AlQ digital seperti ini :  

Tuesday, November 14, 2017

Menjadi Orang Generous yang Cerdas

Menjadi orang generous/loman/dermawan terkadang memang harus hati-hati ... 
Jadi ceritanya begini:


Suatu hari saya jalan2 di Mall, dan seperti biasa ada gerai fund raising dari sebuah lembaga sosial yang mangkal di Mall tersebut. Merasa dulu pernah bekerja di Lembaga yang kadang juga mengadakan fund raising, saya berniat untuk berdonasi. Tadinya saya fikir donasi bisa dalam bentuk cash, ternyata mereka hanya menerima dalam bentuk autodebet, atau dipotong langsung via bank secara teratur setiap bulan.

Monday, October 30, 2017

Antibiotik pertama #babyKay ...

Akhirnya... 
Menyerah juga... Selama 4 tahun 1 bulan #babyKay bebas antibiotik, namun hari ini terpaksa saya berikan juga...


Beberapa orang mungkin bertanya, apakah saya anti dengan antibiotik?  
Jawabnya: tentu tidak. Saya hanya berusaha menggunakan antibiotik secara rasional, sama hal-nya ketika saya memberikan terapi yang rasional pada pasien saya.

Sunday, May 7, 2017

Daddy-Daughter Bonding itu benar adanya…

Minggu sore itu, K berceloteh tentang ayahnya… “Ma, aku kemarin loh diantar sekolah sama Ayahku… Trus aku ke rumahnya Ayahku… Ayahku mancing Ma, dapat ikan buesaaaaar…” dan seterusnya dan seterusnya… Dan yang terjadi kemudian, karena Mamanya ini kebingungan harus merespon bagaimana, akhirnya mengontak Ayahnya, memintanya untuk menelpon K. Diluar dugaan, jawaban Ayahnya malah lebih dari yang diharapkan, beliau mengatakan besok akan datang ke rumah untuk menjenguk K… What a surprise 😍. Rupanya saat itu Ayah K sudah berada di Surabaya dan memang sudah berniat untuk datang ke Malang mengunjungi anaknya ini. Rasanya bahagiaaa sekali, karena setelah 3 tahun 8 bulan, akhirnya K akan bertemu kembali dengan Ayahnya. Rasanya tidak menyangka, genap satu bulan setelah tulisanku tentang pertanyaan-pertanyaan K waktu itu, Gusti Yang Maha Kuasa mengabulkan doa kami…

Senin sorenya, Ayah K benar-benar datang. Rasanya agak dheg-dheg-an juga, gimana reaksi K ketemu Ayahnya, apakah dia akan menolak? Nangis? Jerit-jeritkah? … ternyata, Gusti Maha Besar 😍 Ketika Ayahnya berdiri di depan pintu, K senyum malu-malu sambil melirik ke Ayahnya… Tidak ada ketakutan, tidak jejeritan, apatah lagi menangis… Wajahnya sumringah, tersipu-sipu… [dan walhasil Mamanya mbrebes mili 😜]. Memang sih, belum mau salim sama Ayahnya, tapi dia terus melihat Ayahnya dengan mata berbinar. Setelah Ayahnya bebersih badan dan sekedar minum kopi sebentar, kami bertiga berjalan kaki untuk membeli makan malam, daaaan K pun bergandengan tangan dengan Ayahnya … 😍 Hanya berselang 2 jam saja, K sudah mau dipangku Ayahnya, memanggil-manggil Ayahnya dan mengajak main Ayahnya sampe jam 12 malam 😝

Friday, April 21, 2017

When Adventuring and Volunteering Collide….

Merasa bosan dengan kehidupan sehari-hari yang berjalan rutin? Tiap hari itu itu saja, monoton dan sebangsanya? πŸ˜€ Well, ini saatnya keluar dari kotak keseharian kita… Make a journey! Buat perjalanan! Mulai dari perjalanan yang paling ringan, sampai yang paling menantang…. It’s all up to you, yang penting bisa bikin asik dan bersemangat kembali.

Semenjak Baby K lahir, emang dari semula sudah kurencanakan kalau dia akan kukenalkan pada dunia travelling and adventuring setelah berumur 3 tahun. Maka kesempatan weekend agak panjang kemarin menjadi moment yang tepat untuk menepati komitmen itu. Kepikir sekalian jalan mengunjungi sahabat yang ada di Kabupaten Lumajang, yang sedang mengelola sebuah komunitas yang disebut Omah Sinau Gesang (OSG). Dan akhirnya setelah kontak mengontak, maka diaturlah paket adventuring and volunteering kami selama 3 hari 2 malam di Lumajang. Ditemani oleh 2 sahabat SMA bersama 2 sahabat lajang, maka pergilah kami ber-6 bersenang-senang.

Wednesday, April 12, 2017

Baby's Anger....

Suatu siang, dalam perjalanan ke resepsi kerabat di suatu kota di Jawa Timur… Tetiba Baby K (3,5 tahun) meminta kalung yang tengah kupakai.

Baby K : “aku mau itu… “
Mommy : “Ndak bisa Nak… kalung ini kebesaran buat kakak, nanti lepas… hilang”
Baby K : “pokoknya mau itu…. “
Mommy : “Mmm, gimana kalau besok kita beli yang lebih kecil buat Kakak…. Agree?”
Baby K : “Nggak mauuuuuu…..”

Dan dimulailah "drama tantrum", menangis meraung-raung… untung saja dalam mobil pribadi πŸ˜…
Menyikapi keadaan demikian, saya santai saja… saya bahkan bilang “Kakak mau nangis? Ok, nangis saja…” πŸ˜›

Wednesday, April 5, 2017

Secangkir kopi….

Secangkir kopi…. 
Mengawal di pagi hari, setelah sebuah rekonsiliasi…. [#halah!πŸ˜‹]

Pada suatu hari, menikmati secangkir kopi di warung kecil pinggir jalan, seharga 5ribu … 
Kopi itu tetap nikmat, menemani perbincangan hangat, antara aku dan sahabat.

Suatu hari pula di suatu masa, disela-sela istirahat jaga sebagai dokter muda, ditemani seorang kakak kelas yang bersahaja, 
secangkir kopi di warung lesehan trotoar pinggir jalan, hanya seharga 3ribu … 
mengiringi alur diskusi, yang memerahkan pipi…. [#halah lagi!πŸ˜…] 

Friday, March 24, 2017

Lepaskan dan Bebaskan Dirimu...

Proses melepaskan, bukan satu hal yang mudah. Buktinya? Masih banyak diluar sana, jiwa-jiwa yang gelisah, penuh amarah dan kesedihan, hingga mengganggu kemampuannya untuk menjalani hidup yang lebih bahagia. Eh, ndak usah jauh-jauh… look at me, hahaha…. J Beberapa hari terbelenggu oleh kesedihan dan kemarahan sudah cukup membuat tidak produktif dalam menghasilkan tulisan untuk proposal tesis atau membuat soal ujian untuk mahasiswa, duh! 

Therefore, meskipun sebelumnya telah mengikuti pelatihan SEFT (Spiritual Emotion Freedom Technique), rasanya masih ingin menguak cara sederhana lainnya yang bisa diaplikasikan, yang mungkin, bisa bermanfaat untuk orang lain juga.

Bukan secara kebetulan, menemukan sebuah artikel yang berjudul: “Let Go & Free Yourself: 21 Strategies” tulisan Joyce Marter, yang nampaknya cukup sederhana dan mudah untuk dilakukan. Trus? Apa semuanya, ke-21 langkahnya harus dilakukan? Yaa, enggak juga sih, kalo bisa semuanya yaa syukur, but at least, ambil saja beberapa diantaranya yang bisa dilakukan duluan, minimal bisa menurunkan tekanan dan kegelisahan jiwa cukuplah… Syukur-syukur kalo kemudian bisa membuat jiwa kita menjadi bersih kembali such an angel hahaha…. Enough! J

Thursday, March 23, 2017

Unrequited Love ... Untukmu

Meskipun baru sejenak, aku berusaha melepaskanmu… dan tetiba seperti jatuh dari langit, aku “menemukan” lagu ini: “Unrequited Love”. Sebuah lagu dari Yuna. Lirik yang sangat mewakili isi hatiku, persis seperti yang kurasakan untukmu. Mencoba menerjemahkannya secara bebas, dengan adaptasi khusus untukmu… yaa, untukmu, yang merasa…



Aku mencoba untuk melepaskan sesuatu, namun rasanya seperti berenang di lautan untuk waktu yang sangat lama. Dan kemudian aku merasa bahwa disinilah aku seharusnya, bermain dengan ombak dan hangatnya air laut, dan tubuhku bergerak seirama dengan samudra.

Wednesday, March 8, 2017

“Ayahku dimana Ma?”

“Ma, Ayah pulang….”

Mak dheg… ha? Segera loncat ke depan ngeliat siapa yang datang. Ternyata … tidak ada siapa-siapa, dan si K terkekeh kegirangan 😜

Kejadian sore tadi setengah menggemaskanku dan setengahnya lagi tentunya mengiris-ngiris batin. Well, I think it’s about the time… Karena suatu sore beberapa hari yang lalu K bertanya:“Ayahku dimana Ma?” 😒

Pertanyaan itu membuatku tercenung…. Meskipun dari awal sudah aku persiapkan jawaban sebaik-baiknya, namun ketika pertanyaan itu muncul dari bibir mungilnya, tak urung membuat hati ini rasanya perih dan mata ini tanpa dikomando terasa tergenang. 

Yeah, ini adalah salah satu risiko yang dihadapi ketika memutuskan untuk bercerai disaat anak masih sangat belia, masih balita…. No, masih bayi tepatnya. K hanya “pernah” melihat ayahnya 2 minggu saja saat dia lahir, setelah itu hingga usia 3,5 tahun ini tak sekalipun ia pernah melihat ayahnya kecuali melalui foto-foto yang ditunjukkan padanya. Suara ayahnya dia dengarkan sampai dia berumur 3 tahun melalui telepon, setelah dia berusia 3 tahun tepat, tak sekalipun ayahnya menelponnya. Maka sudahlah tak pernah bertatap muka, tak pernah lagi pula K mendengar suara ayahnya lagi. Tak usah dicari siapa yang salah, jelaslah andil ayah dan mamanya ini yang membuat K tidak dapat menikmati “kesempurnaan” orang tua.

Friday, May 20, 2016

Burnt, ketika passion, kerja keras, kompetisi, pertemanan dan ketulusan melebur…


Film ini menceritakan tentang kisah hidup seorang koki yang bernama Adam Jones. Diceritakan bagaimana Adam Jones memiliki segalanya, namun ia menghancurkannya karena penggunaan obat terlarang. Dia berusaha keras untuk berhenti dan setelah 2 tahun berhasil bebas dari narkoba, dia kembali untuk meraih mimpinya, yaitu memimpin dapurnya sendiri dan mendapatkan penghargaan 3 bintang Michelin (story plot lihat disini).

Monday, July 27, 2015

What a student...


26 Juli 2015, sms sore hari…

“Dok, saya xxx dari PD 201x. Saya ingin konsul Dok, kapan dokter ada waktu?”

“Besok ya Dhek”

“Besok jam berapa ya Dok?”

“Jam 11an di ruang saya yaa”

“Siap Dok” 


This is as usual business, nothing special… Keesokan harinya


“Dok, Dokter ada di ruangan mana ya?”

“Saya sekarang di G** 320. Kesini aja”

“siap dok”

“maaf dok, saya tidak enak mau masuk. Nanti saja selesai dokter kuliah saya menghadap dokter” 


            Ok, understood. Bisa dipahami. 


“ok, nanti siang ya dhek, jam 1an, di sekretariat xxx, G** lantai 2, diatas ruang fotokopi”

“iya dok” 

Thursday, April 23, 2015

Inilah Kemurnian Cinta Sesungguhnya...

Semalam, ketika ditinggal sebentar ke dapur, Baby Kay (19 months) kedapatan sedang menaiki keyboard lappie baru yang ditaruh diatas kasur karna muterin nursery rhyme kesukaan dia.  
"Kay, NO...!!!" spontan meluncur ucapan keras sembari mengangkatnya dari atas keyboard itu, dilanjutkan dengan omelan panjang yang tertumpah karna kekhawatiran dan kekesalan (yang sebenarnya ditujukan untuk kebodohanku sendiri). Kay nampak terkejut dan hanya menatapku tanpa meronta seperti biasanya. Sembari menggendong Kay, aku meminum segelas air putih untuk meredakan kekesalanku. Dan... Kay menepuk-nepuk pundakku... Gusti, meleleh semua amarah dan kekesalan itu seketika dan berganti dengan penyesalan.

Selepas itu -karna memang sudah waktunya tidur- aku bawa Kay ke kamar dan seperti biasanya aku menyusui Kay. Dia memandangku dan aku minta maaf karna tadi telah meneriakinya, minta maaf karna telah membuatnya kaget dengan bentakanku, sembari menjelaskan bahwa laptop itu sesuatu yang penting untuk Mamanya ini. Bahwa benda itu adalah salah satu modal untuk Mamanya bekerja. Entah dia mengerti atau tidak, dia mengedipkan mata sambil mengangguk, seolah memahami kegundahanku dan memaafkan apa yang telah terjadi.

Friday, March 13, 2015

Chandelier lyric, a song by Sia...

Bahkan sebelum memahami betul-betul, lagu ini melalui hentakan musiknya sudah menunjukkan kesedihan yang luar biasa. Penasaran dengan liriknya, dan ternyata benar, menggambarkan kesedihan yang luar biasa, dan hampir keputus-asaan. Meng-klik laman youtube untuk melihat video-nya, semakin menekankan kemasygulannya...



Yah, itu rupanya kenapa ketika mendengarnya pada saat merasa down, tak terasa air mata mengalir... rupanya begitulah, betapa musik - bahkan sebelum lirik - begitu mempengaruhi rasa pendengarnya.



Ini liriknya, tak perlu terjemah yaa, rasakan saja sebisanya...

 

Saturday, January 31, 2015

Posting 2014 - seharusnya.... "Hari ini, 10 tahun yang lalu…"

Naah, ini seharusnya juga yang di-upload 2014, namun terlupa hahaha...

Enjoy... 

[Sebuah flashback dari memori yang masih tertancap kuat kala itu]

26 Desember 2014

Hari ini, 10 tahun yang lalu, di RSNU Rogojampi Banyuwangi, dari semenjak pagi mataku tak beranjak dari layar TV yang tengah menyiarkan gempa dan tsunami yang meluluhlantakkan Bumi Nanggroe Aceh Darussalam. Hari-hari pertama bencana itu tak ada gambar yang disiarkan selain hanya peta NAD, reportase hanya berupa suara saja. Namun membayangkannya kala itu sudah membulatkan tekadku saat itu: Aku harus kesana! Maka saat itu pula aku berusaha mencari informasi dan kontak bagaimana caranya agar bisa berangkat ke Aceh. Saat itu aku benar-benar tidak mengetahui dunia per-INGO-an. Totally. Blind. Tidak tau siapa yang harus dikontak, hingga akhirnya entah bagaimana detailnya, akhirnya aku mendapat info dari teman-teman MER-C (Medical Emergency Rescue-Committee) bahwa aku bisa bergabung dengan mereka. Koordinasi hanya dilakukan via sms dan telpon. Pemberangkatan terdekat dari saat aku mendapatkan info adalah tanggal 1 Januari 2005. Maka saat itu aku kabarkan keluarga di Malang bahwa aku akan berangkat ke Aceh bersama dengan team MER-C.

1 post only on 2014, walah...

Gak nyadarin kalo taun 2014 kemaren cuman upload 1 tulisan, padahal lumayan sering nulis sih... Eeeh, setelah dilihat-lihat ternyata lebih banyak nulis buat anak hahaha...

My cute Baby Kay, 15 months


Sewaktu Baby masih dalam kandungan, selalu menulis buat dia, dan ketika lahir terjilidlah buku buat Baby episode dalam rahim. Dan sekarang ini sepanjang 2014 kemarin juga lebih banyak menulis buat Baby, "Mom's version of her first year" Xixixi...

Beberapa tulisan ter-upload di notes-nya fesbuk. Biasanya si upload simultan, namun nampaknya banyak hal yang harus dikejar 2014 yang lalu, so yaa sudahlah

Ok, 2015 harus dikejar dengan beberapa tulisan, yang semoga bermanfaat...

We'll see...

Sunday, March 30, 2014

Gusti, Ngapunten...

Meretas asa di kesunyian. 
Dalam diam. 
Senyap. 
Hanya detikan jam dinding yang terdengar. 

Erang kesakitan Papa dalam ketidaksadarannya. 
Desah nafas Kayyisa yang lelap dalam damai tidurnya. 
Mungkin kerjapan mata Mama yang tidak bisa tidur diujung sana. 
Geliat semangat Ayahnya Kayyisa di timur Indonesia. 
Sahaja hidup Kakek yang menyehatkannya. 

Dan aku disini, tertunduk, terpekur. 

Mencoba memetakan sejenak jalan panjang ke depan yang nampak berkabut karna bening di pelupuk.
Mencoba menelaah prognosa, jangankan semua, hidupku saja tak mampu.

Terlalu panjang dan bertubi rasanya semua. 

Aah yaa, mungkin ini saatnya.. Yen ora kuat disonggo, yo diseleh. 
Gusti, ngapunten! ... 

Malang, 31/3/2014 - 01.31




Sunday, July 14, 2013

Puasa dan Kehamilan

Puasa kali ini berbeda dengan puasa sebelumnya. Meskipun ini adalah kehamilan ke-3, tapi pada kehamilan yang pertama lalu saya tidak sampai melewati puasa (baby pertama cuma sampe 6 bulan and then lahir immature and passed awayL). Sedang hamil ke-2 saat ramadhan masih trimester pertama so pasti tidak puasa and then spontaneous complete abortionL. Jadi ini adalah pengalaman pertama Ramadhan saat “hamil tua” alias trimester ke-3.

Mestinya, menurut pemahaman teori medis saya, kalo baby sudah masuk trimester 3, maka ibu hamil cukup aman untuk puasa Ramadhan, as long as dia bisa menjaga keseimbangan intake nutrisinya dan cairannya dengan baik pada saat sahur dan berbuka. Kalo pada saat trimester pertama (1-3 bulan) rasanya rentan untuk berpuasa, karena janin sangat butuh intake nutrisi baik makro maupun mikronutrien untuk pembentukan organ. Berbeda dengan trimester ke-3 dimana semua organ –mestinya- sudah terbentuk dengan baik, tinggal fase perkembangannya saja.

Tapi kurang sreg rasanya kalo hanya berbekal pada minimnya pengetahuan saya saja. Well, dalam setiap kali mengajar maupun “membantah ortu” (hehehe..) kan selalu meminta evidence based-nya. makanya kali ini pun penasaran mengenai evidence based antara pregnancy and fasting, alias kehamilan dan berpuasa (ramadhan).

Tuesday, January 1, 2013

Menyalurkan Energi Negatif


Penyaluran energy negative tak harus pula berupa hal-hal negative. Kemarahan, kekesalan, kesedihan dan perasaan/emosi negative yang lainnya tak mesti harus dilarikan dengan merokok, memukul, memaki, minum-minuman keras atau hal-hal buruk lainnya. Energi negative bisa disalurkan dengan cara-cara yang positif. Salah satu yang saya lakukan hari ini rupanya cukup efektif juga. Memulai hari baru di tahun yang baru namun ternyata tak berjalan seindah yang diinginkan. Karena satu dan lain hal, kemarahan memuncak. Biasanya yang saya lakukan ketika BT, marah, sedih adalah menuangkan semuanya dengan menangis… yaa, memeluk bantal disudut tempat tidur dan menangis [yeaah, perempuan banget emang J].